rule of third (aturan 3)

Alhamdulillah masuk tahun yang baru, semangat baru, impian yang belum terwujud semoga dapat teraih di tahun ini, Amin. Sebelum masuk ke inti bahasan kali ini, saya ingin menyampaikan bahwa dulu ketika saya masih kuliah di Surabaya, pada saat bermain ke kos salah satu teman yang kuliah Kesehatan Masyarakat namun jago komputer tahun 2002, saat itu saya minta untuk diajari cara menggunakan komputer. Saat itu masih ngetrend windows millenia dan baru saja keluar windows xp. Ternyata teman saya malah ngajari nge-game, sebenarnya bukan hal yang salah orang saya mintanya cuma diajari cara mengoperasikan saja. Saya ingat saat itu game yang diajarkan yaitu demonstar.

Ditengah saya ngegame, ternyata saya memperhatikan teman saya sedang memperhatikan sederetan kode komputer yang saya tidak mengerti, karena penasaran akhirnya saya bertanya apa maksud kode tersebut. Ternyata dengan enteng teman saya menjawab bahwa dia juga tidak tahu. Lha??? saya malah tambah bingung. Ndak tahu kok tetep dibaca dan disimpan? ternyata dia menjawab : “Ndak papa, dibaca saja. Pengetahuan itu saat ini mungkin masih sepotong seperti puzzle, bila kita dapat menyimpan dengan baik dan mau berusaha mencari potongan yang lain, suatu saat akan tersusun menjadi sesuatu  yang indah”. Sampai saat ini saya ingat betul teman saya mengatakan itu sambil tersenyum.

Begitu pula dengan rule of third ini. Mungkin yang baru kenal dengan dunia seni mungkin bertanya-tanya dengan judul diatas. Saya mengetahui aturan ini juga baru saja sekitar 6 tahun yang lalu (2005). Dan saya memperoleh pengetahuan ini dari teman baik saya yang lain yaitu Bpk. Idin Fasisaka yang sekarang menjadi pengajar (dosen) di Universitas Udayana Bali, setelah selesai memperoleh gelar S2 di India.

Sebenarnya pada saat itu saya sedang berkunjung ke Malang kemudian menginap di rumah beliau, kemudian saya sebenarnya ingin diajari bagaimana menjadi seorang fotografer yang baik. Kebetulan beliaunya dulu juga seorang wartawan. Akhirnya beliaunya memperkenalkan aturan 3 ini kepada saya. Jadi aturan 3 ini sebenarnya saya kenal pertama kali dalam dunia fotografi. Pada saat itu saya juga belum paham betul mengenai rule of third ini.

Berikut kutipan dari wikipedia mengenai rule of third:

Dalam dunia fotografi, Rule of third atau aturan 1/3 bagian adalah petunjuk bagaimana caranya memposisikan obyek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Tehnik ini juga termasuk dalam mengkomposisikan obyek kedalam satu frame, dengan posisi yang tepat mengikuti acuan aturan sepertiga itu.Aturan ini mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan, sebab tidak selamanya penempatan obyek di 1/3 bagian foto itu nikmat untuk dilihat bergantung dari obyek dan hasil foto yang dihasilkan oleh fotografer.

aturan 3

Seperti pada gambar disamping, jadi bidang foto atau gambar dibagi menjadi 3 kolom 3 baris, kita menempatkan objek diposisi mana yang akan diambil sehingga menghasilkan gambar yang bagus dan lebih enak dilihat.

Yang jadi bahasan saya kali ini, ternyata rule of third ini tidak hanya digunakan untuk dunia fotografi saja. Dari literatur yang baru kemarin saya baca berjudul The Principles of Beautiful Web Design yang ditulis oleh Jason Beaird, dalam bidang desain website ternyata rule of third ini tidak dilarang untuk digunakan. Bahkan menunjang desainer untuk dapat membuat desain yang bagus dan enak dilihat oleh pembaca. Sehingga kita dapat menempatkan objek-objek penting dalam website lebih tertata seperti gambar desain berikut.

sket desain webGambar disamping adalah sketsa desain untuk merancang sebuah website, dan dibuat empat rancangan pilihan yang akan dibuat gambar desainnya dengan photoshop. Dan ternyata yang terpilih adalah desain yang terakhir dengan tanda lingkaran hijau.

Sketsa ini tidak perlu langsung bagus, namun dari sketsa ini kita dapat membuat layout dengan bebas sehingga mudah, enak dan bagus bagi user untuk memahami sebuah website sesuai dengan informasinya. Desain sket seperti ini bisa juga disebut sebagai wireframe. Dan kita boleh membuat tanpa bantuan software ataupun dituangkan langsung dengan software desain seperti photoshop atau fireworks.

Hasil setelah dituangkan kedalam software seperti ini: (masih terlihat garis bantu dalam penggunaan rule of third)

desain dengan software

Ternyata setelah bertahun-tahun saya menyimpan pengetahuan ini ternyata, sedikit demi sedikit puzzle milik saya mulai tersusun. Bagaimana dengan anda?

Perihal improve
I am system analyst, my specialization are Webs programming also graphic design. I love to design system and graphic, making something new and freedom.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya.