Incip incip lezatnya Framework CakePHP, Yii dan Prado

By inwahyu

Tutorial Framework CodeIgniterLama sekali saya tidak menulis, kali ini saya ingin menulis mengenai catatan harian saya. Saya tadi pagi mencoba otak atik beberapa framework php. Selama ini saya tidak pernah pakai framework, semuanya  koding program saya tulis sendiri dengan menggunakan cms buatan saya sendiri. Nama cms saya adalah incms yang mulai saya kembangkan sejak tahun 2009. Sekarang sudah mengijak versi yang ketiga.

Kembali pada pembahasan framework, framework yang selama ini saya pakai yaitu Codeigniter yang mempunyai symbol api ini meletakkan strutur pemogramannya pada konsep model, view dan controller. Sehingga bila kita ingin membuat program php kita menempatkan kode atau baris skrip kita pada Controller dan meletakkan hasilnya yang ingin ditampilkan di folder view. Sedangkan pada model kita membuat suatu pemanggil database yang gunanya dapat membuat form master (form untuk menginputkan data pada tabel master) bila kita perlukan. Untuk penambahan misalnya saya menggunakan tinymce saya tempatkan pada folder sendiri di luar application.

Sedangkan tadi pagi saya mencoba tiga framework lainnya antara lain: Cake PHP, Yii dan Prado. Saya coba menerpakan konsep yang ada di codeigniter ternyata semuanya error. Setelah saya periksa documen masing-masing framework ternyata tidak ada yang sama cara kerjanya. Waw, ini merupakan sesuatu yang sangat menarik bagi saya.

Saya mulai dengan mencoba demo masing-masing framework. Ketika saya jalankan ketiga-tiganya tidak ada yang jalan. Setelah itu saya mulai penasaran membaca lagi documen masing-masing framework dan ternyata saya menemukan banyak perbedaan dalam cara kerja mereka. Mulai dari penempatan file yang kita buat untuk aplikasi kita, perubahan settingan config, perubahan extensi file, dan masih banyak lagi. Untuk setiap pembahasannya lain waktu akan saya ulas pada tulisan selanjutnya.

Setelah saya ikuti documentasi dari masing-masing framework tadi ternyata penyebab eror masing-masing framework tadi antara lain ada yang konfigurasinya kurang tepat, ada yang perlu menambahkan folder dengan nama assets dan runtime pada folder-folder tertentu didalam framework tadi yang secara singkatnya saya mendapat kesimpulan awal bahwa masing-masing framework tadi unik-unik dan  sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.

08/28/10

Iklan
Perihal

I am system analyst, my specialization are Web programming, mobile programming also graphic design.

Tagged with: , , , , , , , ,
Ditulis dalam Menengah, Serba-serbi PHP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Produk Promo
Desktop Mini PC Intel Core i3
Kategori Tulisan

Klik untuk mendapatkan Update melalui email anda

Bergabunglah dengan 164 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: