Mengenai CSS Framework (Kerangka Kerja CSS)

Awalnya tidak kenal, maka tentu saja tidak sayang. Itulah yang terjadi pada saya pada saat belum berkenalan dengan css framework. Saya memang menyukai sesuatu yang timbul atau dibangun secara alamiah. Pada awal saya mendengar framework untuk web seperti Codeigniter, Zen, Yii, Prado dan yang lain, saya menganggap framework akan membatasi ruang kreatifitas saya. Maka saya lebih menyukai membangun aplikasi dari nol ( 0 ). Bahkan nol kecil.

Namun, untungnya saya tidak mau membatasi diri dengan sesuatu yang belum saya tahu. Saya coba mulai membaca literatur dari masing-masing framework. Apa saja kelebihannya, kekurangannya dan yang saya cari adalah sejauh mana saya dapat menuangkan ide dan pikiran saya kedalam program yang saya bangun. Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa dengan framework ternyata banyak hal yang sebelumnya tidak sempat kita buat malah dipicu dengan framework dengan cepat dapat kita selesaikan.

bentuk kerangka blueprint, blueprint framework

blueprint

Saya baru menyadari setelah beberapa kali membuat software berbasis web menggunakan framework, kebetulan yang saat ini sedang saya geluti adalah framework CodeIgniter. Nah beberapa minggu terakhir saya juga tertarik pada framework CSS. Setelah beberapa kali mencari literatur dan membandingkan beberapa framework. Saya mulai mencicipi framework blueprint dan framework 960. Dan ternyata waw!.

Hasilnya cukup membuat saya terkesima. Kalau dulu saya membangun template ataupun desain website plus cssnya harus berpayah-payah dan banyak trial and error di beberapa browser. Setelah saya coba framework CSS ini, kebetulan masih dua yang dibandingkan dan dua-duanya ternyata ciamik. Untuk tutorialnya akan segera menyusul, untuk kali ini saya hanya ingin membocorkan sistem kerja framework CSS ini.

Bila saya amati, coba, dan rasakan dari dua framework CSS yang paling populer saat ini. Sistem kerja dari framework CSS ini sederhana. Kita diberi CSS, sehingga kita tinggal memanggil  di tag head seperti biasa, kemudian kita tinggal menggunakan class yang diberikan oleh css tersebut. Penggunaanya seperti kita diberikan grid atau bahasa mudahnya area seperti buku strimin (buku yang bukan garis-garis namun kotak-kotak). Setiap penggunaanya kita dapat memilih jumlah kolomnya ada pilihan 12, 16 dan 24. Semakin banyak kolomnya lebarnya tentusaja menjadi lebih kecil. Dari sini kita dapat membagi area website kita (wireframe). Tinggal kita tentukan saja bidang yang kita butuhkan dan secara ajaib  sudah jadi.

Mungkin anda penasaran silahkan anda download sendiri framework CSS pilihan anda. Untuk lebih jelas mengenai framework CSS ini, nantikan tulisan saya selanjutnya.

Iklan
Perihal

I am system analyst, my specialization are Web programming, mobile programming also graphic design.

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam Desain, Lanjutan, Merancang Web, Serba-serbi PHP, teknik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Produk Promo
Desktop Mini PC Intel Core i3
Kategori Tulisan

Klik untuk mendapatkan Update melalui email anda

Bergabunglah dengan 164 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: