Membuat Theme WordPress

Pedang yang bagus tetapi bila tidak pernah digunakan akan berkarat. Begitu pula kemampuan (skill) yang tidak selalu diasah akan hilang. Hal itu saya rasakan sendiri, lama berkutat di dunia pemrograman ternyata membuat sebagian kemampuan dan rasa (taste) dalam bidang desain nyaris hilang. Setelah selesai membuat software yang dapat mengoptimalkan pembuatan software versi pertama, saya mendapat permintaan untuk membuatkan sebuah website yang desainnya telah ditentukan. Pada waktu saya kerjakan ternyata saya sendiri merasakan bahwa kemampuan dan taste dalam desain menurun drastis.

Akhirnya saya putuskan untuk, menggali kembali kemampuan yang lama terkubur. Saya berusaha memancing kembali kemampuan itu, dengan mengikuti kontes berbagai desain luar negeri setelah itu saya buat kodingnya dalam bentuk theme wordpress. Dari situlah saya kembali mengingat-ingat banyak hal termasuk theme wordpress. Pada saat ini banyak sekali framework ataupun software pembuat theme wordpress. Untuk software pembuat theme wordpress ini meskipun  ada yang gratis namun biasanya dibuat oleh pengembang dengan lisensi berbayar. Software ini dapat anda gunakan untuk membuat theme wordpress dengan cepat dan berkualitas tanpa coding diantaranya:

  • Divi dari Elegant Themes
  • Theme X
  • Ultimatum
  • PageLines
  • Themefy Builder
  • Headway
  • iThemes Builder
  • Visual Composer for WordPress

Bila anda menginginkan desain dengan benar-benar custom ada masih dapat membuatnya tanpa membayar namun dengan mengandalkan sense dan taste anda sendiri, serta minimalis koding yaitu dengan Framework theme WordPress.   Framework wordpress pun menurut http://codex.wordpress.org/Theme_Frameworks sendiri dibagi menjadi dua tipe yaitu:

  • Tipe Dropin Code Library maksudnya yaitu framework wordpress yang menyediakan library theme wordpress yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan theme. Contoh tipe drop-in ini antara lain:
    • Carrington Core
    • Gantry Framework
    • Hybrid Core
    • Options Framework
    • Redux Framework
    • SMOF
    • UpThemes Framework
    • Vafpress Framework
  • Tipe Starter atau dasar maksudnya yaitu framework wordpress yang menyediakan theme yang dapat dijadikan induk untuk menghasilkan turunan theme buatan kita  sendiri
    • Atahualpa
    • Carrington
    • Momtaz Framework
    • NOUVEAU Framework
    • Sandbox
    • Thematic
    • WP Framework
    • PressWork

Namun masing-masing memilki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan menurut pendapat saya sendiri yaitu seharusnya kita dapat meng-custom atau kita harus dapat membuatnya dengan fleksibel (sesuai yang kita inginkan). Karena bayaknya pilihan tersebut, saya  test dengan plugin wordpress theme Unit Test. Dengan begitu saya dapat mengetahui apakah fungsi atau library yang ada dapat sesuai (compatible) dengan versi wordpress terbaru. Saya menyukai customisasi tapi tidak ingin banyak ngoding sendiri yang prosesnya berulang-ulang setiap kali membuat theme baru. Jadi saya juga menggunakan bantuan yaitu function generator untuk membuat fungsi atau plugin yang saya butuhkan.

Iklan
Perihal

I am system analyst, my specialization are Web programming, mobile programming also graphic design.

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam Merancang Web, teknik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Produk Promo
Desktop Mini PC Intel Core i3
Kategori Tulisan

Klik untuk mendapatkan Update melalui email anda

Bergabunglah dengan 164 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: